Harga BBM di Indonesia naik lagi, setelah SBY menaikkan harga BBM pada tahun 2013, sekarang Jokowi pun menaikkan lagi harga BBM. Kenaikan harga BBM yang tidak kurang dari 1 tahun ini cukup menohok kemampuan daya beli masyarakat. Kondisi ini semakin memprihatinkan mengingat pada tahun 2015 (kurang dari 1,5 bulan lagi) Indonesia sudah memasuki era Pasar Bebas Asean yang artinya belum lagi ekonomi kita pulih dari deraan kenaikan harga BBM, sudah harus berjibaku menghadapi Pasar Bebas Asean.
Di sisi lain, kenaikan BBM ini ditengarai cacat hukum mengingat dalam UU tentang APBN Tahun 2015, untuk menaikkan harga BBM ada beberapa tahapan yang harus dilalui termasuk harus berkonsultasi dulu dengan DPR. Selain itu kondisi global dunia juga tidak ada indikasi dorongan eksternal yang memaksa pemerintah untuk menaikkan BBM, bahkan di beberapa bulan terakhir harga minyak dunia cenderung turun dan berada di kisaran dibawah asumsi harga minyak dlaam APBN yaitu pada angka 80 USD per Barell.
Di beberapa source pemberitaan ada indikasi pemerintahan saat ini dalam tekanan lembaga asing dunia untuk menaikkan harga BBM. Yang artinya kekhawatiran sejumlah elemen masyarakat bahwa pemerintahan saat ini lemah dan menjadi boneka asing semakin menunjukkan pembenaran atas hipotesanya.
Penanganan mafia migas yang digadang-gadang mampu mengurangi kebocoran BBM di tanah air, semakin hari semakin buram tanda-tanda penyelesaiannya dan berganti dengan gembar-gembor Bantuan Tunai Langsung (BTL), Kartu Indonesia Sehat, Kartu Indonesia Pintar dan Kartu-Kartu "sakti" lainnya untuk menutup teriakan masyarakat akan imbas kenaikan harga BBM.
Di beberapa sumber medsos (belum shahih) bahkan mengabarkan pemimpin negara ini telah mengumpulkan sejumlah pemimpin redaksi media cetak dan elektronika dalam pertemuan khusus tertutup, yang dilansir menutup mulut media agar tidak memberitakan hal-hal buruk terkait dengan kenaikan BBM.
Sungguh, pemerintahan saat ini melakukan terobosan-terobosan yang seringkali menabrak aturan main, hal ini tak lebih dari sekedar pencitraan, namun sejumlah pakar sudah memperingatkan bahwa terobosan yang menabrak aturan main bisa menjadi bumerang bagi para pemangku kebijakan yang ujung-ujungnya akan menggoyahkan sendi-sendi fundamental pemerintahan.
Tuesday, November 18, 2014
Friday, November 7, 2014
HOT ISSUES >> INDONESIA DIAMBANG PERPECAHAN
Melihat konstelasi politik dan sosial di Indonesia dalam 1 tahun terakhir ini, membuat saya miris dengan masa depan Negara Kesatuan Republik Indonesia ini. Bagaimana tidak, pasca Pemilihan Umum Tahun 2014 ini bibit-bibit perpecahan di tengah masyarakat makin eksis dan mengkhawatirkan. Puncaknya adalah ketika Pemilihan Presiden secara Langsung Tahun 2014 ini yang mengerucutkan kepada 2 (dua) calon kuat yang sama-sama kuat akar dukungan dari segala lapisan masyarakat.
Kemenangan salah satu calon Presiden sebut saja kemenangan pihak Jokowi - Jusuf Kala yang tipis atas pasangan Prabowo - Hatta Rajasa semakin memanaskan suhu politik dan sosial di tengah masyarakat. Pernyataan legowo Prabowo yang sedikit menurunkan tensi suhu politik di tanah air ternyata tidak dibarengi dengan sikap para pendukung kedua belah pihak.
Di Media Sosial perang opini sampai dengan saat ini masih berlanjut, apalagi ditambah dengan ketidak legowo an kumpulan politisi-politisi partai-partai pendukung Jokowi - Jusuf Kalla di parlemen makin membuat situasi tanah air panas membara. Harapan masyarakat akan berakhirnya gesekan antar pendukung setelah Presiden dan Wakil Presiden terpilih dilantik, makin sirna ketika KIH (kumpulan politisi-politisi partai-partai pendukung Jokowi - Jusuf Kalla di parlemen) berulah ingin "mengkudeta" dominasi KMP (kumpulan politisi-politisi partai-partai pendukung Prabowo - Jusuf Kalla di parlemen).
Kondisi inilah yang menurut saya pribadi tidak kondusif bagi jalannnya pemerintahan di Indonesia. Kinerja pemerintahan yang harus seiring sejalan dengan Parlemen terutama dalam menyusun kebijakan makro Bangsa Indonesia tidak berjalan dengan semestinya. Kondisi semacam ini juga akan berpengaruh terhadap iklim investasi di tanah air yang dinilai kurang kondusif ditengah gonjang-ganjing pemerintahan dan parlemen.
Sudah barang tentu, kita sebagai masyarakat tidak menginginkan situasi di Indonesia ini makin curat marut, tidak tertata dengan baik dan potensi friksi di tengah masyarakat makin kentara. Perlu kiranya kebesaran hati para pemimpin bangsa ini mengingat taruhannya adalah Negara Kesatuan Republik Indonesia ..... mari kita kedepankan kepentingan bangsa ini diatas kepentingan pribadi dan golongan. Jangan mudah terprovokasi, apalagi saat ini posisi Indonesia yang sangat strategis menjadi incaran banyak negara besar di dunia untuk menguasainya, baik secara ideologi, wilayah maupun potensi sumber daya alam dan potensi pasarnya.
Sunday, October 19, 2014
Jokowi ... Presiden Baru ... Harapan Baru
Tepat hari ini tanggal 20 Oktober 2014, Negara Republik Indonesia memiliki Presiden Baru yaitu Ir H Joko Widodo atau yang lebih moncer dipanggil Jokowi. Jokowi menjadi Presiden Republik Indonesia ke 7 dengan masa periode tugas tahun 2014 sampai dengan tahun 2019. Jokowi memimpin bahtera Republik Indonesia ini didampingi oleh H. Jusuf Kala sebagai Wakil Presiden Republik Indonesia ke 12. Dalam masa pemerintahan ini Jokowi menggantikan Susilo Bambang Yudhoyono yang telah memimpin Bangsa Indonesia ini selama 2 periode masa pemerintahan yaitu 2004 - 2009 (bersama H Jusuf Kala sebagai Wakil Presiden) dan 2009 - 2014 (bersama H Boediono sebagai Wakil Presiden).
Rekam jejak Politik Jokowi dimulai ketika memimpin Kota Surakarta atau lebih dikenal Kota Solo dalam 2 periode pemerintahan yaitu periode pertama 2005 - 2010 dan periode kedua 2010 - 2015 (di tahun 2013 mengundurkan diri untuk maju sebagai Kandidat Calon Gubernur DKI periode masa pemerintahan 2013 - 2018). Dalam putaran Pilkada Langsung DKI Jakarta bersama Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok Jokowi memenangkan Pilkada Langsung melawan Incumbent. Dan terakhir Jokowi maju menjadi kandidat Presiden RI ke 7 dan memenangkan Pemilihan Presiden tahun 2014 dari rival utamanya Prabowo Subianto.
Beberapa hal yang menjadi ikon kinerja Jokowi yang cukup moncer dan membuat dia terkenal adalah sebagai berikut :
- Relokasi Pedagang Kaki Lima di Kota Solo tanpa kericuhan dan kerusuhan (periode pertama sebagai Walikota Surakarta)
- Memperkenalkan ESEMKA dan menjadi Duta ESEMKA sebagai ikon mobil buatan Indonesia (periode kedua sebagai Walikota Surakarta)
- Blusukan (inspeksi Jokowi dan sejumlah jajaran terkait) untuk memonitor perkembangan pembangunan serta menampung aspirasi masyarakat kecil sampai ke akar-akarnya (dari awal periode politiknya sampai dengan selama kampanye pemilihan presiden)
- Menjadikan Kota Solo sebagai pusat budaya nasional dan internasional (selama menjadi Walikota Surakarta).
- Konflik dengan Gubernur Jawa Tengah terkait keberpihakannya memperjuangkan bangunan bersejarah di Solo (Saripetojo) untuk tetap dilestarikan dan menolak usaha Provinsi untuk mengubahnya menjadi Hotel dan Penginapan. (periode kedua sebagai Walikota Surakarta)
- Kartu Jakarta Sehat dan Kartu Pendidikan DKI Jakarta (Gubernur DKI Jakarta)
- Lelang Jabatan (Gubernur DKI Jakarta)
- Membangun sejumlah Ruas Jalan Tol (Gubernur DKI Jakarta)
sumber foto : maslondo.blogdetik.com
Tuesday, October 7, 2014
Salam Cinta, Damai dan Tawa
Sudah selayaknya kita menjadikan dunia ini tempat tinggal yang nyaman dan tentram. Mulailah dengan hidup yang teratur serta saling menyayangi, bukan hanya dengan sesama manusia namun kita juga wajib menyayangi makhluk lain yang tinggal di dunia ini sebagai bagian dari rasa cinta kasih sayang kita terhadap dunia.
Mencintai dunia bukan berarti kita harus hidup tanpa progress dan kemajuan. Dengan meluangkan waktu untuk merawat bumi ini menjadi tempat yang nyaman saja sudah cukup. Mulailah dengan membuang sampah dan kotoran pada tempatnya. Kemudian ditingkatkan lagi dengan menanam tumbuhan guna mengisi ruang kosong di halaman, jangan di semen atau di plester lahan yang kosong, namun cukup di paving block sehingga air hujan yang turun ke bumi bisa terserap ke dalam tanah dan bukan meluncur bebas ke selokan tanpa terserap dan kembali ke bumi.
Mencintai sesama manusia juga bagian dari mencintai dunia dan seisinya, perluas persahabatan tanpa pamrih, hindari konflik dan debat yang tidak perlu serta sebarkan virus-virus cinta sehingga dunia bisa makin sempurna.
Akan sangat indah jika semua berjalan sesuai aturan, sehingga impian kita menjadikan bumi tempat yang aman, nyaman dan tentram untuk hidup semakin terlihat nyata.
Salam cinta, damai dan tawa untuk semua makhluk ciptaan Tuhan
Subscribe to:
Posts (Atom)

